SatuBerita.My.Id / Cilegon – Sebanyak 188 pekerja terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Kota Cilegon mendapat kesempatan meningkatkan kompetensi melalui pelatihan keterampilan yang digelar Pemerintah Kota Cilegon.

Program Pelatihan dan Peningkatan Kompetensi Pekerja Terdampak PHK 2026 tersebut digelar di Aula Diskominfo Kota Cilegon, Kamis (24/9/2026), dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra.

Tak hanya pelatihan, dalam kegiatan tersebut Pemkot Cilegon juga menyalurkan sejumlah program jaminan sosial. Di antaranya penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan bagi Guru Ngaji dan Guru Madrasah, santunan kematian bagi Ketua RT/RW, Kader Cilegon Mandiri, Linmas dan Pemandi Jenazah, serta beasiswa bagi ahli waris.

Sekda Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap pekerja yang terdampak PHK agar memiliki bekal baru untuk kembali memasuki dunia kerja.

Menurutnya, keterampilan yang diberikan harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan industri di Kota Cilegon.

“Dengan adanya pelatihan ini, mudah-mudahan bisa sangat membantu buat rekan-rekan semua dengan menambahkan skill tentunya, agar ke depan sesuai dengan kebutuhan kerja yang ada di Kota Cilegon,” katanya.

Aziz juga mengingatkan agar program pelatihan tidak berhenti pada pemberian sertifikat. Kompetensi yang diperoleh peserta harus benar-benar dapat meningkatkan daya saing mereka di dunia kerja.

Ia juga meminta Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon melakukan pengawalan setelah pelatihan selesai, termasuk memetakan perusahaan yang tengah membuka lowongan pekerjaan.

“Jangan sampai prosesnya berhenti setelah pelatihan. Perusahaan-perusahaan di Kota Cilegon yang membuka lowongan harus didata dan utamakan teman-teman yang sudah mengikuti pelatihan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Kota Cilegon Sri Widayati mengungkapkan, program tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pekerja terdampak PHK.

Dari total 307 pekerja terdampak PHK yang diusulkan ke BBPVP Serang, sebanyak 188 orang masuk dalam pelaksanaan Batch 1.

Pelatihan tersebut terbagi dalam beberapa bidang keterampilan. Sebanyak 96 peserta akan mengikuti pelatihan Operator Forklift pada 1, 2, 3 dan 5 Oktober 2026. Pelatihan dilaksanakan di PT Semindo Gemilang, PT Multigroup dan Kantor Disnaker Kota Cilegon.

Selanjutnya, 60 peserta mengikuti pelatihan Operator K3 Umum pada 28-30 September 2026.

Sementara itu, masing-masing 16 peserta akan mengikuti pelatihan Barista serta Digital Marketing/Content Creator. Pelatihan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 12-15 Oktober 2026 di Kantor Disnaker dan Kantor Karang Taruna Lebak Denok.

Sri menjelaskan, program tersebut tidak hanya diarahkan untuk membantu peserta kembali memperoleh pekerjaan, tetapi juga membuka peluang bagi mereka untuk mengembangkan keterampilan menjadi usaha mandiri.

“Tujuan dari kegiatan ini yaitu meningkatkan kompetensi dan keterampilan pekerja yang terdampak PHK, memberikan alternatif keterampilan untuk mendukung peserta dalam mencari pekerjaan kembali serta memberikan pilihan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan usaha,” jelasnya.

Menurut Sri, program ini menjadi langkah baru dalam pelayanan ketenagakerjaan di Kota Cilegon karena untuk pertama kalinya melibatkan industri secara langsung dalam proses peningkatan kompetensi pekerja terdampak PHK.

“Kami berharap pola tersebut dapat dikembangkan menjadi program berkelanjutan, sehingga pelatihan tidak sekadar memberikan keterampilan, tetapi juga membuka akses lebih besar bagi peserta menuju dunia kerja,” ungkapnya. (Yurnita)

By Yurnita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *